Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Gangguan Pendengaran

Posted on

Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Gangguan Pendengaran – Tentunya sudah kita ketahui bahwa salah satu dari panca indera yang kita miliki adalah telinga sebagai alat untuk mendengar. Dengan begitu rasanya sangat bagi kita semua untuk senantiasa selalu menjaga kesehatannya. Lalu bagaimana jika alat pendengaran kita memiliki masalah yang umumnya terjadi, misalnya gangguan pendengaran sampai hal yang tak diinginkan seperti tuli total (permanen). Bukan hal yang mustahil hal tersebut menimpa pada siapa saja yang tak pintar dan menjaga kesehatannya. Karena hal buruk terjadi karena kurangnya perawatan yang bisa kita lakukan sendiri dengan mudahnya, seperti rutin membersihkan lubang telinga, memakai ear plug jika tempat kita bekerja adalah lingkungan yang sangat bising.

penyebab masalah pendengaran

Pada artikel ini, kita akan bahas tuntas maslah gangguan pendengaran ini. Sebaiknya kita ketahui faktor apa saja yang bisa menyebabkan masalah gangguan pendengaran sebelum kita pelajari cara mengatasinya. Untuk itu simak terus sampai tuntas.

cekidot……

Penyebab Terjadinya Masalah Gangguan Pendengaran

Dua penyebab paling utama dari masalah pendengaran yaitu aspek umur serta suara sangat bising (nyaring). Umumnya orang mulai sedikit terganggu pendengarannya saat masuk umur 40 tahun. Masalah gangguan pendengaran akibat umur dikenal juga dengan nama presbikusis. Sedang paparan suara bising berulang-ulang kali dapat mengakibatkan kerusakan indera pendengaran. Nada nyaring seperti nada ledakan dapat menimbulkan masalah pendengaran nampak mendadak, umumnya keadaan ini di kenal dengan arti trauma akustik. Suara bising yang umumnya dikeluarkan oleh mesin yang kita dengar setiap hari, juga dapat menimbulkan masalah gangguan pendengaran. Namun efeknya tak terjadi mendadak melainkan berapa puluh tahun kemudian, terasa setelah kita menjadi tua.

Bila dibedakan dari sisi telinga yang terganggu, ada dua jenis masalah pendengaran yakni masalah pendengaran sensorineural serta masalah pendengaran konduktif. Namun ada dua jenis lagi yang perlu juga kita ketahui yaitu masalah pendengaran campuran dan masalah pendengaran saraf.

Jenis-jenis masalah gangguan maslah pendengaran :

penyebab masalah pendengaran

1. Masalah Gangguan Pendengaran Sensorineural – Masalah pendengaran sensorineural dikarenakan oleh hilangnya atau rusaknya sel saraf (sel rambut) dalam tempat tinggal siput serta umumnya berbentuk permanen. Masalah pendengaran sensorineural, yang dimaksud juga “tuli saraf”, bisa enteng, menengah, berat atau kronis.

Masalah pendengaran enteng sampai berat kerap bisa diatasi dengan alat bantu dengar atau implan telinga tengah. Sedang implan tempat tinggal siput kerapkali adalah jalan keluar atas masalah pendengaran berat atau kronis.

Beberapa orang menanggung derita masalah pendengaran sensorineural cuma pada frekwensi tinggi, dikenal juga dengan sebutan tuli beberapa. Dalam soal ini, yang rusak cuma sel rambut pada ujung tempat tinggal siput. Di bagian dalam tempat tinggal siput, apeks, sel rambut yang berperan untuk mengolah suara rendah masihlah utuh. Stimulasi akustik serta elektrik paduan, atau EAS, sudah diperkembangkan spesial untuk mengatasi peristiwa seperti ini.

Sebagian penyebab masalah pendengaran sensorineural yaitu :

  • Menderita penyakit meniere, neuroma akustik, meningitis, ensefalitis, atau sklerosis multipel.
  • Aspek keturunan.
  • Cedera kepala karena benturan keras.
  • Serangan stroke.
  • Keadaan autoimunitas.
  • Kelainan telinga.
  • Kemoterapi.
  • Obat-obatan antibiotik spesifik.
  • Radioterapi untuk kanker hidung.
  • Infeksi virus di telinga bagian dalam atau di saraf pendengaran.

penyebab masalah pendengaran

2. Masalah Gangguan Pendengaran Konduktif – Tiap-tiap permasalahan di telinga luar atau tengah yang menghindari terhantarnya bunyi dengan pas diberi nama masalah pendengaran konduktif. Masalah pendengaran konduktif umumnya terjadi pada tingkat enteng atau menengah, pada rentang 25 sampai 65 desibel.

Dalam sebagian peristiwa, masalah pendengaran konduktif berbentuk sesaat. Penyembuhan atau bedah bisa menolong bergantung pada penyebab spesial permasalahan pendengaran itu. Masalah pendengaran konduktif dapat juga diatasi dengan alat bantu dengar atau implan telinga tengah.

Di bawah ini yaitu penyebabnya masalah pendengaran konduktif :

  • Gendang telinga pecah atau berlubang.
  • Otosklerosis.
  • Kolesteatoma.
  • Pembengkakan dinding telinga, disfungsi pada saluran atau tuba eustachius.
  • Rusaknya tulang pendengaran akibat trauma.
  • Kelainan telinga.
  • Masuknya benda asing kedalam telinga.

3. Masalah Gangguan Pendengaran Campuran – Masalah gangguan pendengaran kombinasi adalah paduan dari masalah pendengaran sensorineural serta konduktif. Masalah ini dikarenakan oleh permasalahan baik pada telinga dalam ataupun telinga luar atau telinga tengah. Pilihan perlakuan meliputi penyembuhan, bedah, alat bantu dengar atau implan pendengaran telinga tengah.

4. Masalah Gangguan Pendengaran Saraf – Permasalahan yang dikarenakan oleh tak ada atau rusaknya saraf pendengaran bisa menyebabkan masalah pendengaran saraf. Masalah pendengaran saraf umumnya kronis serta permanen.

Alat bantu dengar serta implan tempat tinggal siput tidak bisa menangani hal semacam ini lantaran saraf tidak bisa melanjutkan info bunyi ke otak. Dalam banyak peristiwa, Implan Batang Otak Auditory (ABI) bisa jadi pilihan untuk penyembuhannya.

Cara Mengatasi Masalah Gangguan Pendengaran

penyebab masalah pendengaran

Langkah penyembuhan tergantung dari penyebabnya dan tingkat keparahan masalah gangguan pendengaran. Tetapi, umumnya pasien masalah pendengaran diakukan dengan beberapa cara dan alat bantu mendengar seperti berikut :

  • Implan koklea, yaitu alat bantu mendengar yang ditanam dibawah kulit di belakang telinga pasien.
  • Bersihkan kotoran yang menyumbat telinga.
  • Auditory Brainstem Implant, alat bantu pendengaran yang merubah nada yang ditangkapnya jadi tanda elektrik serta menghantarkannya ke otak pasien.
  • Alat bantu dengar, dapat membantu pasien dengan membuat nada jadi lebih kuat serta gampang didengar pasien.
  • Pembedahan. Langkah ini mungkin saja bakal dikerjakan bila pasien alami cedera telinga atau infeksi kambuhan.
  • Pelajari bahasa isyarat serta membaca bibir. Pasien masalah pendengaran berat bakal disarankan untuk belajar mengerti bahasa isyarat serta membaca bibir untuk memudahkan komunikasi dengan orang lain.
  • Mencegah Masalah Gangguan Pendengaran – Ada banyak hal yang dapat dikerjakan untuk kurangi resiko terserang masalah pendengaran yakni :
  1. Janganlah memasukkan benda kedalam telinga anak-anak termasuk juga jari, korek kuping (cotton bud), kapas, serta tisu.
  2. Menguji indera pendengaran dengan cara berkala bila kerap terkena nada nyaring (suara sangat bising) waktu bekerja.
  3. Hindari aktivitas yang berisiko mencederai indera pendengaran seperti berburu dengan senapan, dengarkan musik dengar volume suara sangat keras.
  4. Jagalah telinga waktu ada di lingkungan yang berisik (sangat bising).
  5. Pakai headphone yang dapat menahan masuknya nada luar, hingga volume tak perlu sangat besar.
  6. Selekasnya ke dokter apabila anda alami beberapa gejala infeksi telinga atau penyakit meniere (telinga berdenging) supaya penyakit ini tak berkembang jadi kehilangan pendengaran (tuli permanen).

Diagnosis Masalah Gangguan Pendengaran

penyebab masalah pendengaran

Diagnosis adalah langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau keadaan yang menerangkan tanda-tanda serta sinyal tanda yang dihadapi oleh pasien. Untuk mendiagnosis masalah pendengaran, dokter bakal lakukan banyak hal berikut :

  1. Kontrol fisik – Dokter bakal mengecek telinga untuk mencari penyebab masalah gangguan telinga, seperti kotoran telinga, infeksi, atau rusaknya gendang telinga.
  2. Uji garpu tala – Selain dapat mendeteksi masalah pendengaran, uji garpu tala dapat juga memastikan telinga bagian mana yang rusak.
  3. Uji audiometri suara murni – Pada uji ini, satu mesin bakal memproduksi nada dengan bermacam volume serta frekwensi yang bakal didengarkan oleh pasien lewat headphone.

Dari sebagian kontrol itu, dokter bakal tahu derajat ketulian yang dihadapi pasien. Ada empat tingkatan derajat ketulian yakni :

  1. Tuli enteng – Umumnya pasien kesusahan memerhatikan suara lawan bicara, terutama di lingkungan yang berisik.
  2. Tuli tengah – Pasien kesusahan memerhatikan seorang bicara tanpa ada memakai alat bantu pendengaran.
  3. Tuli berat – Biasanya pasien tuli berat butuh membaca bibir atau bahasa isyarat untuk tahu perbincangan seorang, bahkan juga waktu ia memakai alat bantu dengar.
  4. Tuli berat sekali – Pasien tuli berat sekali mesti bisa berkomunikasi dengan membaca bibir serta bahasa isyarat.

Sistem pendengaran berlangsung saat gendang telinga bergetar akibat gelombang nada yang masuk ke lubang telinga. Getaran tersebut lalu dilanjutkan ke telinga tengah lewat tiga tulang pendengaran yang di kenal dengan nama osikel (terbagi dalam tulang malleus, incus, stapes). Osikel bakal menguatkan getaran untuk dilanjutkan menuju rambut-rambut halus didalam koklea, dimana koklea pada akhirnya kirim tanda lewat saraf pendengaran ke otak.

Umumnya masalah pendengaran berkembang dengan cara bertahap, namun hilangnya pendengaran dapat nampak mendadak. Suara-suara yang mempunyai tingkat kebisingan sampai 79 desibel masihlah dapat digolongkan aman untuk telinga manusia.

Menurut WHO, hingga th. 2015, sekitaran 360 juta orang di seluruh dunia menanggung derita masalah gangguan pendengaran. Sesaat, ada sekitaran 1, 1 miliar orang didunia berisiko menanggung derita masalah pendengaran akibat langkah pemakaian alat pemutar musik yang membahayakan pendengaran.

penyebab masalah pendengaran

Tanda-tanda Masalah Gangguan Pendengaran

Sebagian sinyal serta tanda-tanda awal masalah pendengaran yaitu :

  • Memohon orang lain untuk mengulang perkataannya.
  • Senantiasa kelelahan atau stres, lantaran mesti berkonsentrasi waktu mendengarkan.
  • Menarik diri dari perbincangan.
  • Kesusahan mendengar dering telephone atau bel pintu.
  • Hindari sebagian kondisi sosial.
  • Kesusahan dengarkan pengucapan orang lain dengan jelas, terutama saat berdiskusi dengan adanya banyak orang atau dalam keramaian.
  • Kesusahan dengarkan konsonan.
  • Dengarkan musik atau melihat tv dengan volume nada lebih keras dari orang lain.
  • Kesusahan memastikan arah sumber nada.

Beberapa gejala masalah pendengaran pada bayi serta anak-anak sedikit tidak sama dengan orang dewasa. Gejala-gejala masalah pendengaran pada bayi serta anak-anak yaitu :

  • Tak kaget waktu mendengar nada nyaring.
  • Untuk bayi dibawah 4 bln, tak melihat ke arah sumber nada.
  • Tak dapat mengatakan satu kata juga waktu berumur setahun.
  • Mengerti hadirnya seorang saat ia memandangnya, tetapi acuh waktu di panggil namanya.
  • Lambat waktu belajar bicara atau tak jelas saat bicara.
  • Menjawab tidak cocok dengan pertanyaannya.
  • Kerap bicara dengan lantang atau menyetel volume TV keras-keras.
  • Memerhatikan orang lain untuk mengikuti suatu hal yang diperintahkan, lantaran ia tak mendengar suatu hal yang diinstruksikan.

Cepatlah berkonsultasi ke dokter bila alami beberapa gejala diatas. Karena tak menutup kemungkinan masalah gangguan pendengaran menimpa anda. Ya… mungkin saja anda menyangkalnya karena anda merasa sudah sangat mengupayakan dan menjaga kesehatan alat indera karunia Tuhan ini. Namun coba diingat, mungkin dalam waktu yang lampau pada diri anda pernah mengalami getaran suara sangat keras atau sering berada ditempat yang sangat bising yang efeknya baru terasa sekarang. Bisa juga karena faktor usia anda sekarang yng sudah tak muda lagi.

Terimaksih sudah menyimak, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *